
Batimung adalah suatu cara berobat orang Banjar. Cara ini sama seperti jaman modern sekarang ”mandi uap / saunan”. Tujuan batimung untuk mengeluarkan keringat dibadan. Cara ini biasanya digunakan untuk orang yang sedang sakit. Selain itu juga dipakai untuk menghilangkan lemak dibadan.
Masyarakat Banjar juga menggunakan cara ini untuk persiapan pernikahan, biasanya selama 3 sampa 7 hari sebelum pernikahan. Adapun caranya adalah menyiapkan sehalai tikar (biasanya tikar purun). Kemudian tikar tersebut dibentuk bulat, pertemuan antara ujun tikar tersebut dijahit semantara dengan tali goni atau tali rapia (tali plastik)). Tinggi kurungan tikar yang dibentuk tadi sebaiknya sebatas leher orang yang hendak batimung.
Bahan – bahan dan Peralatan
Ramuan obatan yang dimakan supaya menambah cepatnya proses keringat keluar, biasanya bubur kacang hijau tanpa gula, tetapi dicampur garam sedikit, perapian kecil (perapen, berisi bunga wangi), merica yang dihaluskan dicampur dengan air dingin, dijadikan bedak. Diperlukan juga bangku kecil, beberapa lembar sarung panjang (tapih Bahalai), dan kain lap (handuk) serta kelambu
Proses
Orang yang hendak batimung harus membuka seluruh pakaiannya dan terlebih dulu makan bubur kacang panas. Kemudian seluruh badannya dibaluri dengan bedak sahang. Setelah itu masuk ke dalam kelambu dan tikar, duduk di bangku kecil yang ditempatkan di dalamnya. Disekeliling tikar dibalutkan beberapa lembar kain panjang maksudnya untuk menutup supaya uap dari perapian tidak keluar, biasanya juga digunakan kain sarung kasur atau selimut.
Jadi, seluruh badan orang yang batimung tadi berada di dalam tikar, cuma kepala dan leher saja yang kelihatan.
Apabila orang tersebut sudah berada dalam tikar, barulah orang lain memasukkan perapian kecil (api parapinan). Khasiatnya sebentar saja keringat akan keluar (seperti habis berolahraga). Seka keringat yang ada dimuka dan di kepala orang yang batimung tadi. Sedangkan keringat dibadan biarkan sampai benar – benar keringatnya terkuras.
Biasanya walaupun sudah keluar dari tikar, keringat tetap keluar dengan deras antara lima sampai sepuluh menit. Biarkan keringat kering dengan sendirinya, kemudian baru boleh mandi.
Kata orang-orang dulu, adat batimung ini sebaiknya dilakukan dua atau tiga bulan sekali. Supaya keringat kotor dan keringat yang susah keluar sehari – hari dapat dikeluarkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar